Rabu, 13 Maret 2013

Gejala terserang penyakit HIV/AIDS


Gejala HIV / AIDS

HIV dan AIDS adalah satu kesatuan, tidak bisa dipisahkan. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus atau virus yang menyerang kekebalan tubuh. Sedangkan AIDS adalah penyakit yang ditimbulkannya, yakni orang yang telah menurun sistem imunitasnya karena serangan HIV. Virus ini memiliki masa inkubasi selama kurang lebih 10 tahun sebelum menyerang tubuh manusia. Setelah itu, tubuh penderita akan menampakkan ciri-ciri gejala HIV/AIDS. Ciri-ciri gejala terserang HIV/AIDS ini antara lain akan kami beberkan dibawah ini.
Gejala terserang penyakit HIV AIDS

Terserang flu yang datang dan pergi

Ciri-ciri HIV/AIDS adalah datangnya penyakit flu yang menyerang penderita secara terus menerus. Flu itu datang, sembuh, lalu kambuh lagi, begitu seterusnya, sampai-sampai si penderita sangat terbiasa dengan flu yang menyerangnya. Hal ini dikarenakan sistem imunitas tubuh penderita terganggu oleh HIV, namun belum sepenuhnya terganggu.

Terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening

Setelah terjadinya flu yang tdiak kunjung berhenti secara total, ciri HIV/AIDS lain yang dapat dilihat adalah terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening. Hal ini dapat dilihat pada leher, ketiak dan pangkal paha yang membesar. Pembengkakan yang terjadi selama berbulan-bulan meskipun telah diberi pengobatan anti bengkak apapun.

Penderita mengalami demam

Demam yang terjadi karena flu dan masuk angin memang biasa terjadi bagi sebagian besar orang di dunia. Demam akan menurun apabila penyakitnya diobati dan ditangkal dengan pengobatan tertentu. Namun pada kasus HIV/AIDS, demam yang terjadi sungguh berbeda. Penderita akan mengalami demam dengan suhu tubuh hingga 39 derajat hampir setiap hari. Obat penurun panas dan anti demam seperti Parasetamol, Aspirin, Ibuproven dan lainnya tidak akan mampu menyembuhkan demam akibat HIV/AIDS ini.

Hilangnya nafsu makan si penderita

Hilangnya nafsu makan umumnya terjadi ketika orang sakit, namun akan sembuh dengan sendirinya saat penyakitnya juga sembuh. Namun apabila kehilangan nafsu terus menerus terjadi, bisa saja itu adalah salah satu ciri gejala HIV telah menyerng tubuh manusia. Meskipun tes darah masih terbukti negatif, bisa saja sebenarnya HIV sudah masuk ke dalam tubuh penderita dan menyerangnya hingga kehilangan nafsu makan.

Berkeringat banyak pada malam hari

Meskipun udara sedang dingin, penderita HIV/AIDS bisa merasakan panas dan terus berkeringat tiap malam. Terjadi kegelisahan dan kesulitan tidur setiap malam. Hal ini merupakan ciri HIV/AIDS yang bisa dijadikan sebagai pertanda buruk. Adanya perasaan resah, berkeringat banyak dan susah tidur terjadi bersamaan dengan tubuh yang terus melemah dari hari ke hari.

Berat badan terus menerus turun

Ciri lain dari gejala HIV/AIDS adalah adanya penurunan berat badan penderita degan drastis tanpa penyebab yang sangat berarti. Makan tetap banyak, bergizi dan belemak namun berat badan turun secara tajam dan tak terkendali. Bisa jadi ini adalah ciri-ciri dari orang yang mengidap HIV/AIDS.

Adanya bercak hitam pada kulit dan selaput lendir, serta kulit yang mudah memar

Ciri lain dari gejala HIV/AIDS adalah adanya bercak hitam di kulit yang ada disana sini. Bahkan pada selaput lendir seperti hidung dan telinga juga ikut menghitam. Selain itu kulit sangat mudah memar, membiru dan seakan mengalami pendarahan ketika terbentur tidak terlalu keras. Hal ini akan membuat sekujur tubuh penderita HIV/AIDS terlihat ada bercak-bercak.

Menderita batuk kambuhan

Batuk yang diderita oleh orang dengan gejala HIV/AIDS adalah seperti pada flu kambuhan. Penyakit ini terus ada pada diri seseorang yang terkena HIV/AIDS. Batuknya tidak pernah berhenti sepanjang waktu. Suatu ketika batuknya berhenti, itu ternyata bukan sembuh. Di suatu waktu berikutnya batuk itu kembali lagi dan begitu seterusnya. Hal ini membuat orang yang menderita HIV/AIDS selalu memiliki tubuh yang kurus kering karena energinya digunakan terus untuk batuk.

Merasa sangat cepat lelah

HIV/AIDS menyebabkan orang kehabisan energi dalam tubuhnya. Hal ini dikarenakan sistem sel kekebalan yang sudah dikuasai oleh virus justru menyerang bagian tubuh lain dan terjadi peperangan dalam tubuhnya. Akibatnya orang yang terjangkit HIV/AIDS akan mudah merasa lelah. Ia tidak bisa selincah dan secepat dahulu, meskipun sudah menguasahakan beristirahat sebelum beraktivitas.

Radang paru-paru akibat batuk berkepanjangan

Sangat dimungkinkan lanjutan dari batuk yang tidak selesai dan berkepanjangan itu pada akhirnya menjadi radang paru-paru. Setelah terkena radang paru-paru, maka penderita akan cepat sekali melemah. Obat untuk radang paru-paru tidak akan mampu menanggulangi penyakit yang disebabkan HIV. Hal ini dikarenakan tidak adanya lagi bantuan perlindungan diri dalam tubuh si penderita karena sistem kekebalan tubuh sudah menurun tajam akibat dikuasai oleh HIV.

Munculnya tumor dan kanker

Tumor dan kanker memang dapat dikategorikan penyakit genetik yang mana terjadi akibat faktor perubahan gen. Namun ternyata bisa saja seorang penderita HIV/AIDS mengalami keadaan tumbuhnya penyakit tersebut. Apabila penyakit tumor dan kanker sudah menyerang tubuh, maka akan sulit sekali mencari obatnya, bahkan tidak lagi dimungkinkan. Hal ini dikarenakan sistem imunitas tubuh yang menurun menyebabkan seseorang penderita tidak dapat melawan penyakit apapun yang menyerangnya. Bahkan penyakit seringan flu saja tidak mampu. Itulah yang sebenarnya pembunuh penderita HIV/AIDS, bukan HIV itu sendiri.
Demikian adalah beberapa gejala HIV/AIDS yang tampak setelah masa inkubasi virus selesai atau berakhir. Gejala ini akan terus melemahkan tubuh penderita hingga nanti ia meninggal.  (iwan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar